Kamis, 22 November 2012

HOBBY

DANCE Characteristics of Modern Dance: Modern dance encourages dancers to use their emotions and moods to design their own steps and routines. It is not unusual for dancers to invent new steps for their routines, instead of following a structured code of technique, as in ballet. Another characteristic of modern dance in opposition to ballet is the deliberate use of gravity. Whereas classical ballet dancers strive to be light and airy on their feet, modern dancers often use their body weight to enhance movement. This type of dancer rejects the classical ballet stance of an upright, erect body, often opting instead for deliberate falls to the floor. Martha Graham: Martha Graham is considered one of the foremost pioneers of American modern dance. In order to express the passion, rage and ecstasy of humans, she developed her very own language of movement. She created a new dance technique similar to classical ballet, but with several differences. She focused heavily on basic human movement, concentrating on the movements of contraction and release. Instead of striving for long, fluid movements, Graham's movements were sharp and jagged. Her dancing aimed to expose basic human emotions through movement. Graham's brave vision for modern dance earned her several awards and honors. All About Martha Graham Modern Dancers Today: Modern dancers use dancing to express their innermost emotions, often to get closer to their inner-selves. Before attempting to choreograph a routine, the modern dancer decides which emotions to try to convey to the audience. Many modern dancers choose a subject near and dear to their hearts, such as a lost love or a personal failure. The dancer will choose music that relates to the story they wish to tell, or choose to use no music at all, and then choose a costume to reflect their chosen emotions.

KRITERIA SEKRETARIS

Secara professional, ada sejumlah syarat seorang sekretaris yang baik. 1. Personality. Di antaranya sabar, tekun, disiplin, tidak cepat menyerah, berpenampilan baik, jujur, loyal, pandai berbicara, sopan dan bisa menjaga image perusahannya. 2. General Knowledge. Memiliki kemampuan memadai terhadap segala sesuatu perubahan dan perkembangan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas organisasi. 3. Special knowledge. Memiliki pengetahuan yang berkaitan khusus dengan posisinya sebagai seorang sekretaris. 4. Skill and technic, di antaranya meliputi kemampuan mengetik, koresponednsi, stenografi (sekarang bukan syarat mutlak) dan kearsipan. 5. Practice, kemampuan melaksanakan tugas seharu-hari seperti menerima telepon, menerima tamu, menyiapkan rapat, membuat agenda pimpinan dll/ Sebagai pembantu pimpinan, seorang sekretaris harus memiliki syarat-syarat tertentu agar seorang sekretaris dapat melaksanakan perkerjaan sebaik-baiknya. Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki untuk menjadi sekretaris adalah: 1. Syarat Kepribadian Tidak banyak orang mempunyai bakat untuk menjadi sekretaris yang baik, namun demikian bakat saja tidak cukup bilamana kita tidak tahu kepribadian yang bagaimana harus kita punyai untuk menjadi seorang sekretaris yang baik itu. Adapun kepribadian yang dikehendaki itu adalah sebagai berikut: a. Harus bersikap mawas diri b. Bersikap ramah c. Sabar d. Simpatik e. Penampilan diri yang baik f. Pandai bergaul g. Dapat dipercaya serta memegang teguh rahasia h. Dapat bijaksana terhadap orang lain i. Memiliki ingatan yang baik j. Mempunyai perhatian atas pekerjaannya, dan lain-lain 2. Syarat pengetahuan Syarat pengetahuan ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu: a. Syarat pengetahuan umum Seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan kemasyarakatan dan kebudayaan yang dapat mengangkat nama dari perusahaan. Misalnya: 1. Menguasai dan memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta menguasai beberapa bahasa asing secara lisan maupun tertulis, serta memiliki pengetahuan ekstra. 2. Pengetahuan tentang misi, fungsi, tugas-tugas, serta struktur organisasi, serta susunan personil. 3. Pengetahuan tentang korespondensi dan tata kearsipan. b. Syarat pengetahuan khusus Pengetahuan khusus ini, maksudnya adalah sekretaris mengetahui atau mengerti hal-hal mengenai dimana sekretaris itu bekerja. Apabila sekretaris itu bekerja pada perusahaan yang bergerak pada bidang usaha perkapalan, maka ia harus mampu menguasai ilmu perkapalan, begitu pula bila perusahaan itu bidang usahanya penyewaan apartemen, maka sekretaris itu harus menguasai ilmu keapartemenan, dan sebagainya. 3. Syarat keahlian Setiap sekretaris diharuskan memiliki keterampilan untuk menunjang pekerjaannya, keterampilan itu meliputi: a. Mampu menyusun laporan b. Mampu berkorespondensi c. Mampu menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing lainnya d. Teknik tata penyimpanan arsip e. Teknik berkomunikasi dengan telepon f. Menulis cepat dengan steno g. Teknik mengetik surat 4. Syarat praktik Sebelum seorang diangkat sebagai sekretaris, orang tersebut harus cukup mempunyai pengalaman dalam berbagai pekerjaan tata usaha kantor, maka dengan demikian orang itu harus mencoba menangani pekerjaan yang tanggung jawabnya belum begitu luas, misalnya: sebagai resepsionis, operator, korespondensi dan lain-lain. (Waworuntu, 1995: 59-61) Pekerjaan Sekretaris Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris meliputi: 1. Pekerjaan keterampilan a. Menerima dikte dengan stenografi atau merekam dengan tape recorder b. Mengetik komputer dan mesin ketik manual atau elektrik c. Mengerjakan pembukuan ringan d. Menyimpan arsip-arsip untuk pimpinan e. Membuat surat f. Menerima tamu g. Mengatur perjalanan, hotel, tiket pesawat, dan sebagainya 2. Pekerjaan keahlian Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris yaitu: a. Melaksanakan keputusan kebijaksanaan dalam memberikan tugas-tugas kepada pegawai-pegawai bawahannya b. Sebagai penerjemah pimpinannya c. Mengikuti jalannya seminar-seminar yang dilakukan oleh perusahaan yang ada kepentingannya dengan jalannya organisasi d. Mengolah data untuk penyusunan laporan e. Mengatur rapat dan menulis notulen rapat